Jumat, 19 Oktober 2012

F U T U R

Diantara sebab-sebab futur (Lemahnya Iman):

1. Hilangnya keikhlasan
2. Lemah dalam menuntut ilmu syar'i
3. Ketergantungan hati kepada dunia dan melupakan akhirat
4. Fitnah(cobaan) berupa istri, anak dan harta
5. Hidup di tengah masyarakat yang rusak.
6. Berteman dengan orang-orang yang memiliki keinginan yang lemah dan cita-cita duniawi
7. Melakukan dosa dan maksiat serta memakan barang-barang yang haram
8. Tidak mempunyai tujuan yang jelas (baik dalam menuntut ilmu maupun berdakwah)
9. Lemahnya iman
10. Menyendiri (tidak mau bergaul dengan komunitas yang baik)
11. Lemahnya pendidikan


Futur adalah penyakit yang sangat ganas, namun tidaklah Allah menurunkan penyakit melainkan Dia pun menurunkan obatnya. Akan mengetahui orang-orang yang mau mengetahuinya, dan tidak akan mengetahui orang-orang yang enggan mengetahuinya.

Diantara obat penyakit futur adalah:

1. Memperbaharui keimanan. Yaitu dengan mentauhidkan Allah dan memohon kepada-Nya agar ditambah keimanan, serta memperbanyak ibadah, menjaga shalat wajib yang lima waktu dengan berjamaah di masjid, mengerjakan shalat-shalat sunnah rawatib, melakukan shalat tahajjud dan witir. Begitu juga dengan bersedekah, silaturahmi, berbakti kepada kedua orang tua, dan lain-lain dari amal-amal ketaatan.
2. Merasa selalu diawasi Allah ta'ala dan banyak berdzikir kepada-Nya
3. Ikhlas dan bertakwa
4. Mensucikan hati (dari kotoran syirik, bid'ah dan kemaksiatan)
5. Menuntut ilmu, tekun menghadiri pelajaran, majelis taklim, muhadharah ilmiyyah dan dauroh-dauoroh syar'iyyah.
6. Mengatur waktu dan mengintrospeksi diri
7. Mencari teman yang baik (shalih)
8. Memperbanyak mengingat kematian dan takut terhadap su'ul khatimah (akhir kehidupan yang jelek)
9. Sabar dan belajar untuk sabar
10. Berdoa dan memohon pertolongan Allah

Sumber:
Menuntut Ilmu, Jalan Menuju Sorga ( Yazid bin Abdul Qadir Jawas)

Malik Bin Dinar

قال مالك بن دينار:

رأيت عتبة الغلام وهو في يوم شديد الحر،
 وهو يرشح عرقاً، فقلت له: 
ما الذي أوقفك في هذا الموضع؟
 فقال: يا سيدي! هذا موضع عصيت الله فيه، 
 
وأنشد يقول:


أتفرح بالذنوب وبالمعاصي ... 
وتنسى يوم يؤخذ بالنواصي
وتأتي الذنب عمداً لا تبالي ... 
ورب العالمين عليك حاصي

 

Senin, 15 Oktober 2012

Bangun.... Wahai Pemalas.



Al-Imam As-Syafi'i rahimahullah berkata :

بقَدْرِ الكدِّ تُكتَسَبُ المَعَــالي ....ومَنْ طَلبَ العُلا سَهِـرَ اللّيالي

Ketinggian diraih berdasarkan ukuran kerja keras…
Barang siapa yang ingin meraih puncak maka dia akan begadang

ومَنْ رامَ العُلى مِن ْغَيرِ كَـدٍّ .....أضَاعَ العُمرَ في طَـلَبِ المُحَالِ

Barang siapa yang mengharapkan ketinggian/kemuliaan tanpa rasa letih…
Maka sesungguhnya ia hanya menghabiskan usianya untuk meraih sesuatu yang mustahil…

تَرُومُ العِــزَّ ثم تَنامُ لَيـلاً .....يَغُوصُ البَحْرَ مَن طَلَبَ اللآلي

Engkau mengharapkan kejayaan lantas di malam hari hanya tidur aja??
Orang yang yang mencari mutiara harus menyelam di lautan…

Diantara kita ada yang berangan-angan dan berkata : "Saya ingin bisa menjadi dermawan seperti si fulan...", "Saya ingin bisa menghafalkan al-Qur'an seperti si fulan...",
"Saya ingin berilmu seperti syaikh/ustadz fulan...",
"Saya ingin berhasil seperti si fulan..."
Akan tetapi jika hanya berkata dan berangan-angan tanpa usaha maka anak kecil berusia 3 atau 4 tahun pun bisa..., kalau hanya mimpi siapapun bisa. Tapi yang tidak semuanya bisa adalah mewujudkan angan-angan dengan usaha maksimal serta semangat tinggi !!!, tentunya setelah disertai doa kepadaNya dan taufiq dariNya...