Sabtu, 14 September 2019

Puasa Daud

JIKA SUDAH BERPUASA DAUD ....

_Was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, amma ba’du,..

Puasa Daud merupakan puasa sunnah terbaik. Terdapat banyak hadist yang menyebutkan hal itu. Diantaranya hadist dari Abdullah bin Amr bin Ash radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

أَحَبُّ الصِّيَامِ إِلَى اللَّهِ صِيَامُ دَاوُدَ، كَانَ يَصُومُ يَوْمًا وَيُفْطِرُ يَوْمًا

“Puasa yang paling dicintai Allah adalah puasa Daud. Beliau sehari berpuasa dan sehari tidak berpuasa.”
(HR. Bukhari 3420, Muslim 1159, dan yang lainnya)

Sebagian ulama berpendapat, diantara aturan puasa Daud yang perlu diperhatikan, bahwa orang yang merutinkan puasa Daud maka dia tidak diperbolehkan melakukan puasa sunnah yang lainnya. Diantara dalil yang menunjukkan hal ini adalah riwayat yang menceritakan tentang rencana puasa sunnah tiap hari yang hendak dilakukan Abdullah bin Amr bin Ash Radhiyallahu ‘anhuma.

Berikut hadist selengkapnya,

Abdullah bin Amr bin Ash radhiyallahu ‘anhuma pernah menyampaikan kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang rencananya untuk berpuasa setiap hari. Mendengar rencana ini, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melarangnya dan menasehatkan agar puasa 3 hari tiap bulan. Namun Abdullah bin Amr tetap mendesak untuk melakukan lebih, _“Aku mampu untuk mengerjakan yang lebih dari itu.”_

Hingga Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menasehatkan untuk puasa Daud,

صُمْ يَوْمًا وَأَفْطِرْ يَوْمًا، وَذَلِكَ صِيَامُ دَاوُدَ عَلَيْهِ السَّلَام، وَهُوَ أَعْدَلُ الصِّيَامِ

"Sehari puasa, sehari tidak puasa. Itulah puasa Daud ‘alaihis salam dan itu puasa paling baik.”

Abdullah bin Amr tetap mendesak untuk lebih, _“Aku mampu untuk mengerjakan yang lebih dari itu.”_

Namun Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melarangnya, dan menegaskan,

لَا أَفْضَلَ مِنْ ذَلِكَ

“Tidak ada yang lebih utama dari pada puasa Daud.”
(HR. Bukhari 3418, Muslim 1159)

Adakah saudaraku yang sudah mulai melakukannya ?

Dalam riwayat lain, ketika Abdullah bin Amr meminta puasa sunah tambahan,

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melarangnya, untuk melakukan lebih dari puasa Daud,

فَصُمْ صِيَامَ نَبِيِّ اللهِ دَاوُدَ عَلَيْهِ السَّلاَمُ،  وَلاَ تَزِدْ عَلَيْهِ

“Lakukan puasa Nabi Daud ‘alaihis salam dan jangan kamu tambah melebihi hal itu.”
(HR. Ahmad 6867, Bukhari 1975, dan yang lainnya)

Bahkan Ibnu Hazm berpendapat bahwa orang yang melaksanakan puasa sunnah lebih dari rutinitas puasa Daudnya maka dia tidak mendapat pahala untuk puasa tambahan yang dia lakukan. Dalam karyanya Al-Muhalla, Ibn Hazm menegaskan,

وإذا أخبَر عليه السلام أنه لا أفضل من ذلك فقد صح أن من صام أكثر من ذلك فقد انحطَّ فضلُه ، وإذا انحطَّ فضلُه فقد حبطت تلك الزيادة بلا شك ، وصار عملاً لا أجر له فيه ، بل هو ناقص من أجره ، فصح أنه لا يحلُّ أصلاً

_Apabila Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam telah mengabarkan bahwa tidak ada yang lebih afdhal dibandingkan puasa Daud, maka kesimpulan yang benar bahwa orang yang berpuasa lebih dari puasa Daud, telah menggugurkan nilai afdhalnya. Dan jika menggugurkan nilai afdhalnya, berarti tambahan puasa yang dia lakukan menjadi gugur tanpa ragu lagi. Sehingga menjadi amal yang tidak berpahala. Bahkan ini mengurangi pahalanya. Sehingga puasa semacam ini sama sekali  halal._
(Al-Muhalla, 4/432)

Berdasarkan keterangan di atas, bagi anda yang sedang menjalani puasa Daud, rutinkan puasa terbaik ini secara istiqamah, dan Anda tidak perlu memikirkan puasa sunnah yang lainnya. Sekalipun tidak mendapatkan kesempatan untuk hidup puasa arafah atau puasa Asyura. Karena jika orang yang menjalankan puasa Daud masih memikirkan puasa lainnya, akan mengganggu rutinitas puasa Daudnya.

Wallahu a’lam..

Semoga bermanfaat.
Amiiin yra.

Al Ghuroba'


Siapakah Al Ghuroba' itu?

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
بَدَأَ اْلإِسْلاَمُ غَرِيْباً، وَسَيَعُوْدُ كَمَا بَدَأَ غَرِيْباً، فَطُوْبَى لِلْغُرَبَاءِ.
Islam awalnya asing, dan kelak akan kembali asing sebagaimana awalnya; maka beruntunglah bagi al-Ghurabaa` (orang-orang asing). (HR Muslim no. 145, dari Sahabat Abu Hurairah Radhiyallahu anhu.)
Sedangkan makna al-Ghurabaa` (orang2 asing) ialah sebagaimana yang diriwayatkan oleh ‘Abdullah bin ‘Amr bin al-‘Ash Radhiyallahu anhuma ; ketika suatu hari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menerangkan tentang makna dari al-Ghurabaa`, beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
أُنَاسٌ صَالِحُوْنَ فِيْ أُنَاسِ سُوْءٍ كَثِيْرٍ مَنْ يَعْصِيْهِمْ أَكْثَرُ مِمَّنْ يُطِيْعُهُمْ.
Orang-orang yang shalih yang berada di tengah banyaknya orang-orang yang jelek; orang yang mendurhakai mereka lebih banyak daripada yang mentaati mereka.(HR Ahmad (II/177, 222) dan Ibnu Wadhdhah no. 168. Hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Ahmad Syakir dalam tahqiq Musnad Imam Ahmad (VI/207 no. 6650). )

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda mengenai makna al-Ghurabaa`:
اَلَّذِيْنَ يُصْلِحُوْنَ عِنْدَ فَسَادِ النَّاسِ.
Yaitu, orang-orang yang senantiasa memperbaiki (ummat) di tengah-tengah rusaknya manusia.(HR Abu Ja’far ath Thahawi dalam Syarah Musykilil Aatsaar (II/170 no. 689),  Hadits ini shahih  Syarah Musykilil Aatsaar (II/170-171) )
***

Adab Murid

📚 Di antara Adab Murid Kepada Gurunya

Para salaf adalah panutan bagi umat Islam secara umum. Salah satunya adalah tentang akhlak mereka terhadap guru-guru mereka.

Imam Ahmad bin Hambal Rahimahullah mengatakan:

وإني لأدعو للشافعي منذ أربعين سنة في صلاتي

"Dalam shalat saya, sejak 40 tahun yang lalu saya berdoa untuk Asy Syafi'i." (Imam Al Baihaqi, Manaqib Asy Syafi'i, 1/54)

Imam Yahya bin Said Al Qaththan Rahimahullah berkata :

أنا أدعو الله للشافعي، أخصه به

"Saya berdoa kepada Allah untuk Asy Syafi'i, saya khususkan doa baginya." (Imam Al Baihaqi, Manaqib Asy Syafi'i, 2/243)

Sementara Imam Abu Bakar bin Khalad Rahimahullah berkata:

أنا أدعو الله في دبر صلاتي للشافعي

"Aku berdoa kepada Allah untuk Asy Syafi'i setelah selesai shalat." (Imam Ibnu 'Asakir, Tarikh Dimasqi, 14/409)

◼ Pelajaran :

1. Salah satu adab murid kepada guru adalah mendoakannya: baik doa keberkahan ilmunya, usianya, agar tertutup aibnya, dan doa kebaikan lainnya.

2. Berdoa di dalam shalat atau setelahnya, walau dengan doa yang tidak ma'tsur (tidak ada dalam sunnah), adalah boleh dan merupakan perilaku para salafush shalih.

Demikian. Wallahu A’lam

📖📖📖📖📖📖📖📖📖📖
======================